Oleh: karanetclub | Juli 12, 2010

Tingkatkan kemauan anda

Saya punya satu kisah yang mungkin bisa kita renungkan bersama. Suatu kali, ada seorang perempuan tua yang datang untuk mengeluhkan sofanya yang rusak pada sebuah toko furnitur kecil. Pemilik toko itu lantas melayani dengan sangat baik perempuan itu. Ia meladeni semua permintaan dan keluhannya dengan sangat baik dan sopan serta penuh senyuman. Sepulang perempuan itu, sang anak pemilik toko lantas bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa engkau layani perempuan itu dengan sangat baik. Bukankah dia tadi datang dengan keluhan yang tak mengenakkan. Dan, anehnya lagi, saya lihat di bangku itu, ternyata bukan hasil kerjaan toko kita. Jadi, mengapa kita harus repot-repot membantu memperbaikinya?” Sang ayah dengan lembut berkata bijak, “Memang Nak. Itu bukan sofa buatan kita. Tapi, dengan kita melayani perempuan tadi dengan baik, maka kita sudah punya satu pelanggan tetap yang baru. Dan, jika ia merasa puas, bisa jadi ia akan menarik pelanggan lain ke toko kita.”

Pola pikir sang ayah pemilik toko furnitur itu adalah sebuah pikiran bijak yang patut dimiliki oleh orang yang berjiwa wirausaha. Karena itu, jika Anda memang punya jiwa melayani, mampu memuaskan konsumen, mampu berbuat yang terbaik untuk melakukan deal-deal bisnis yang menguntungkan semua pihak-seperti kisah di atas-barangkali barulah Anda pantas jadi pengusaha. Sebab, sejatinya untuk menjadi pengusaha akan banyak sekali tantangannya. Dan sebenarnya, justru dari tantangan dan halangan itulah, kita akan jadi pengusaha yang sukses. Hanya mereka yang punya pola pikir selalu optimis dan positiflah yang akan mampu jadi pengusaha sesungguhnya.

selain itu patut kita renungkan dan amalkan nasehat Bob sadino saat di wawancarai wimar witoelar berikut:

Wimar: Katanya, Anda dulu buruh pelaut, lalu bagaimana Anda bisa sampai menjadi entrepreneur ?

Bob: Sederhana saja. Saya dulu bekerja di negeri Belanda dan berkeliling Eropa. Ketika kembali ke Indonesia, saya melihat telor di sini berbeda dengan telor yang saya lihat di Eropa.

Wimar: Apa bedanya?

Bob: Beda bentuknya. Jadi, saya meminta orang mencari ayam yang bisa bertelor.

Wimar: Apakah saat itu Anda sudah ahli ayam atau telor?

Bob: Salah satu faktor saya menjadi seperti saat ini karena saya beruntung tidak mengetahui apa-apa.

Wimar: Apakah Anda mempunyai banyak teman di bank yang bisa menyediakan modal?

Bob: Bank hanya untuk menabung saja

Wimar: Jadi tidak betul orang membutuhkan modal untuk membangun usaha baru.

Bob: Apa pengertian modal itu? Banyak orang hanya menterjemahkan modal itu hanya benda yang bisa dilihat dan dihitung saja, pokoknya uang. Sebetulnya ada modal yang tidak bisa dilihat. Ini modal pegangan bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yaitu,

1. Harus mempunyai kemauan
2. Tekad yang bulat
3. Keberanian mengambil peluang. Ada sejuta peluang di luar sana termasuk di dalam badan kita sendiri

Wimar: Bob, saya bertemu banyak sekali orang yang ingin menjadi enterpreuner. Katanya, itu susah sekali karena iklim tidak kondusif, peraturan tidak berpihak pada pengusaha. Bagaimana ini Bob?

Bob: Ketiga faktor tadi belum membuat seseorang untuk masuk menjadi enterpreuner. Faktor keempat adalah Anda jangan cengeng dan tahan banting.

Semoga bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: