Oleh: karanetclub | Agustus 15, 2010

BINCANG BISNIS SAMBILAN

Disarikan dari pertemuan bisnis yang diselenggarakan oleh Indonesian Entrepreneur Society (IES) dengan judul “Bincang Bisnis Sambilan” pada tanggal 13 Agustus 2006 di Islamic Centre Bekasi.

Acara diisi dialog / curhat bisnis antara pebisnis (pemula) dan calon pebisnis dengan nara sumber: Bp. Wan Muhammad Hasyim (Pemilik Toysmart), Bp. Bambang Suharno (Direktur Indonesian Entrepreneur Society), dan Bp Hermawan (Pemilik Gilang Motor).

Dialog dikelompokkan dalam tiga segment yaitu buat calon pengusaha, buat pengusaha yang bangkrut, dan buat pengusaha yang usahanya tidak maju-maju / sulit berkembang.

Point-point yang sempat saya catat (saya tulis ulang secara bebas dengan bahasa yang sedikit berbeda plus sedikit tambahan sebagai bumbu) antara lain:

1. Mental Pengusaha vs. Mental Karyawan

Yang membedakan antara “Pengusaha” dan “Karyawan” antara lain adalah dalam pengelolaan penghasilan (gaji atau keuntungan). Seorang “pengusaha” akan menginvestasikan kembali sebagian penghasilan yang diperolehnya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi.

Sedangkan “Karyawan” cenderung menghabiskan seluruh penghasilan yang diperolehnya. Bahkan jika penghasilannya dirasa masih kurang, akan berhutang untuk menutupi konsumsinya.

Dengan perbedaan tersebut, dapat diketahui bahwa tidak semua pebisnis adalah “pengusaha”. Ciri pebisnis yang bermental karyawan misalnya bertahun-tahun menjalankan bisnis, usahanya tidak berkembang. Bertahun-tahun jualan bakso dengan gerobak, tetap saja hanya punya satu gerobak. Kalau dia berhalangan jualan, maka bisnis berhenti. Dan seluruh keuntungan yang diperoleh hanya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

2. Bisnis itu Gampang dan Tidak Logis

Buat yang kesulitan memulai usaha, nara sumber menegaskan bahwa bisnis itu gampang. Semua orang bisa menjalankan bisnis, tidak perlu kecerdasan yang tinggi. Bisnis itu bisa dicontohkan : membeli sebotol minuman mineral seharga Rp.1000 dan menjualnya kembali dengan harga Rp.1.500 sehingga diperoleh untung Rp.500 dan jangan sampai menjual dengan harga yang lebih rendah karena akan rugi. Yaa, dengan menjual sebotol minuman mineral dan dapat untung Rp.500, Anda sudah menjadi pebisnis. Tinggal dikalikan dan ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Bisnis juga tidak logis, karena banyak usaha yang menurut akal sehat tidak layak. Tapi kalau dijalankan tetap bisa menghasilkan untung. Bahkan bisa meledak dan menghasilkan untung yang berlipat-lipat yang kadang tidak bisa diterima logika.

3. Strategi Memulai Usaha dengan Modal Cekak

Untuk memulai usaha dianjurkan jangan terlalu banyak berpikir, terlalu banyak berhitung, dan terlalu banyak pertimbangan-pertimbangan logis lainnya. Kondisinya tentu akan berbeda kalau kita sudah punya usaha dan akan membesarkannya, yang ini jelas perlu perhitungan. Atau kalau mengambil alih usaha yang besar, maka diperlukan perhitungan yang cermat. Untuk yang mau memulai usaha dari NOL, jangan terlalu berhitung, mulai saja, jalanin saja, kalau nanti keliru cepat-cepat dikoreksi.

Untuk menentukan suatu jenis usaha yang akan digeluti, sebisa mungkin sesuaikan dengan minat. Dengan minat yang besar maka akan timbul gairah dan semangat untuk menjalaninya, memeliharanya, dan membesarkannya.

Buat yang baru mau buka usaha tapi mengalami kendala Modal uang, bisa memakai strategi sbb:

a. Cari lokasi / kios / lapak
Langkah pertama cari saja lokasi buat buka usaha. Cari lokasi kan tidak butuh modal besar. Meskipun tidak punya uang, cari saja, lihat lingkungan sekitar. Kan liat-liat lokasi tidak harus bayar.

b. Tawar harga sewa jika lokasinya cocok
Jika sudah mendapatkan lokasi yang strategis atau cocok, temui pemiliknya dan tawar harga sewanya. Toh, nawar tidak harus bayar.

c. Berikan DP seringan mungkin
Jika harga sewanya telah cocok dan sepakat, berikan uang muka secukupnya. Lebih kecil jumlah uang muka lebih baik. Yang penting pemilik sepakat. Contoh :”Pak saya baru bawa uang Rp. 100 ribu, ini saya berikan tanda jadi Rp. 50 rb, dan yang Rp 50 rb mau saya pakai untuk transport. Saya harus hubungi rekan bisnis saya dulu untuk melunasi uang sewa. Beri saya kesempatan tiga hari lagi untuk melunasinya.”
Berarti kita masih punya waktu 3 hari untuk berpikir dan mengumpulkan uang sewa. Kalaupun tidak jadi, uang muka 50 ribu tidak terasa kehilangan besar.

d. Ajak teman atau keluarga untuk menanamkan modal
Kalau sudah dapat lokasi dan sudah ngasih DP. Tinggal pikirkan pinjaman untuk melunasi uang sewa plus untuk modal awal. Jaminannya ya lokasi yang sudah diperoleh itu. Pinjaman bisa diperoleh dari saudara dan teman. Jika memungkinkan ajak kerja sama yang menarik (win-win).

Kondisi seperti ini biasanya menempatkan kita pada posisi yang terdesak / kepepet. Hal ini akan memaksa otak untuk berpikir dan biasanya otak kanan akan memberikan solusi-solusi yang kreatif.

e. Buka usaha
Kalau sudah dapat pinjaman uang sewa dan modal awal, tinggal memulai usaha dan mengelolanya dengan baik dan yang penting harus menghasilkan untung.

Kalau sudah buka usaha (atau sebelum buka usaha) dianjurkan mencari mentor yang bisa membimbing dan mengawal selama masa-masa awal buka usaha. Disamping itu perlu juga bergabung dengan komunitas-komunitas pengusaha. Karena bisa mendapatkan bimbingan, saran, masukan secara berkesinambungan dengan biaya yang ringan. Disamping itu dengan terjun ke dunia bisnis, kita harus mempertahankan kondisi mental agar selalu positif. Jika mental sedang turun (negatif), peran mentor dan komunitas bisa menjadi sumber inspirasi dan pembangkit semangat.

http://fuadmuftie.blogspot.com/2006/08/bincang-bisnis-sambilan.html


Responses

  1. terima kasih uda kasi gambaran, tapi saya uda gagal buka usaha dan sekarang teman tidak percaya lagi, bagaimana ya cari modal lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: