Oleh: karanetclub | Agustus 25, 2010

Bekerja keras masih serba kekurangan?

Kenapa banyak kita temukan orang-orang yang bekerja keras siang malam tapi masih saja hidup serba kekurangan?

Mereka sudah bekerja all out sedemikian rupa.

Mereka sudah gunakan segenap sumber daya supaya bisa survive.

Mereka bukanlah orang-orang yang malas.

Tapi kenapa hasil yang mereka peroleh tidak sepadan dengan usahanya?

Apakah ada kenalan, tetangga, kerabat anda yang mengalami hal ini? Atau mungkin anda sendiri?

Penyebabnya adalah, mereka terjebak dalam sistim pencari kekayaan yang salah. Mereka tidak tahu bagaimana sistim pencari kekayaan yang sebenarnya.

Adalah fakta bahwa: menjadi orang kaya itu bukanlah kesempatan, tapi pilihan.

Ya, kita memilih untuk menjadi kaya. Itu adalah hak kita. Success is my right kata Andrie Wongso. Sukses adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.

Apalagi di era demokratisasi ekonomi ini. Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk kaya dan sukses.

Dulu, kekayaan hanya ada di tangan orang-orang yang menguasai tanah, kemudian berpindah ke tangan mereka yang menguasai sarana produksi (pabrik).

Sekarang tidak lagi. Seorang miskin pun bisa kaya dengan mudah. Seorang anak muda usia 20 tahunan bisa menjadi miliarder mengalahkan yang usia 40 tahun.

Ya, era demokratisasi ekonomi dan kesempatan itu menjadi terbuka lebar karena satu kata: informasi.

Informasi di era digital saat ini dapat diperoleh dengan begitu mudah dan murahnya. Siapa saja bisa mendapatkannya, tak peduli dia anak bangsawan, pejabat, atau keturunan darah biru.

Namun, masalahnya adalah informasi itu begitu berlimpah. Over loaded. Anda harus memilah-milah informasi apa yang paling berguna untuk mendongkrak kekayaan anda.

Sebelum mencari informasi-informasi itu, pahami dulu sistim pencari kekayaan yang baik dan benar, yang teruji dari zaman Babilonia sampai sekarang.

Sistim itu sangat mudah dan sederhana. Setelah membaca, pasti anda akan bergumam: “Ini sih gue udah tau…”

Ini dia, sistim pencari kekayaan yang sangat powerful dan teruji itu:

1. Pahamilah dengan jelas cara mendapatkan dan mengumpulkan kekayaan.

2. Tirulah sistim-sistim penciptaan kekayaan yang sudah terbukti keampuhannya.

3. Bersikaplah konsisten dalam menerapkannya.

Nah, anda kaget kan. Ya, hanya itulah caranya. Itulah yang dilakukan orang sejak zaman nabi sampai era anak ajaib Mark Zuckerberg saat ini.

Ingat, kata kuncinya adalah: Pemahaman, Peniruan, Konsistensi.

Thanks to Burke Hedges yang telah menggali penemuan sederhana tapi berdaya guna dahsyat ini.

Semoga bermanfaat.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim


Responses

  1. nice info gan… slm kenal y🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: