Oleh: karanetclub | Agustus 25, 2010

Perbanayak konsumen anda

Sering saya jumpai ketika seseorang membuka suatu usaha bisnis yang baru, banyak dari mereka yang tidak mengetahui bahwa pada awalnya mereka harus memperbanyak calon konsumen terlebih dahulu.

Sebab, jika tidak memperbanyak calon konsumen terlebih dahulu,konsumen pun tidak akan datang atau sangat sedikit yang datang. Begitu pula halnya sebagai seorang pembicara, saya selalu menggunakan funneling, segala sesuatunya harus saya funnel (dikerucutkan) terlebih dahulu.

Maksudnya adalah, sebagai seorang pembicara,terkadang saya memberikan seminar gratis terlebih dahulu, dalam hal ini saya sebenarnya mempunyai tujuan untuk mampu mendatangkan calon konsumen dalam jumlah yang lebih banyak terlebih dulu,yang antara lain saya lakukan misalnya lewat siaran radio atau TV show dan
semuanya itu bisa saya dapatkan dengan gratis pula.

Dari hasil siaran tersebut, sebenarnya saya mulai bisa menyaring siapakah sebenarnya yang berminat terhadap pembicaraan dan ilmu saya. Kemudian, saya mulai menyaringnya dengan program atau acara gratis terlebih dahulu,lewat radio, televisi, brosur seminar gratis,iklan koran,majalah,dan masih banyak lagi.

Ternyata memang telah banyak terbukti bahwa dari para peserta seminar gratis yang saya adakan, mereka akhirnya mengikuti seminar saya yang harus mengeluarkan sejumlah investasi tertentu.Yang datang ke tempat saya adalah orang-orang yang berminat terlebih dahulu.Anda bisa membayangkan jika tiba-tiba saya langsung menawarkan kepada Anda suatu seminar dengan investasi cukup
tinggi tanpa adanya penjelasan sebelumnya, tentu hanya sedikit sekali orang yang akan mau mengikuti seminar tersebut.

Tapi ketika orang mengetahui bahwa ini adalah seminar gratis, mereka akan dapat mengatakan kepada dirinya bahwa berarti kalau mereka telah benarbenar berminat, mereka akan mengikutinya. Namun jika belum benar-benar berminat,mereka pun bisa memutuskan untuk belum mengikutinya terlebih dahulu.Nothing to lose.

Kemudian setelah mereka masuk dalam funnel seminar ratis,selanjutnya saya bisa masuk dalam funnel untuk menjual seminar dengan durasi dua hingga tiga jam dan setelah mengadakan seminar,saya bisa berjualan kaset atau VCD dengan harga yang cukup terjangkau, misalnya Rp200.000-500.000.

Setelah itu saya mengadakan workshop atau pelatihan selama tiga hari,misalnya dengan investasi Rp5 juta. Barulah akhirnya sayA bisa menjual private coaching, base on result. Mereka tetap membayar saya Rp5-40 juta perjam(dalamhalini,saya berbedadengan konsultan yang lain; jika mereka ada yang langsung memasang tarif di muka dari Rp500 juta hingga Rp2 miliar dan akhirnya perusahaan yang dikenai
tarif tersebut justru langsung mengalami kebangkrutan, tetapi kalau saya lebih suka dianggap sebagai karyawan, seolah mereka merekrut general manager profesional dengan gaji Rp5-40 juta per jam,tapi base on result,sehingga kalau nanti hasilnya ada, baru membayar saya dengan persentase.

Demikian juga halnya dengan bisnis Anda, kalau Anda mulai menyebar pemasangan iklan dengan sembarangan,biayanya pun akan berhamburan ke mana-mana dan ditambah lagi tidak pernah diukur.Memangbenarkitaakanmemperbanyak lead, tetapi akan sulit bagi kita untuk mendapatkan konsumen jika kita langsung menawarkan
harga yang paling mahal. Jika kita berbicara tanpa funneling tersebut, banyak orang yang tidak akan berminat.

Tetapi ketika memulai funneling, saya menjadi semakin peka untuk mampu mendapatkan orangorang yang benar-benar berminat dalam seminar-seminar saya selanjutnya. Apakah selama ini Anda sudah menggunakan funneling dalam bisnis Anda? Jika belum, segeralah mempraktikkannya karena memang penggunaan funneling tersebut benar-benar telah memberikan hasil yang nyata bagi siapa pun yang
mempraktikkannya.

Terus ikuti artikel saya di koran SINDO ini dan Anda akan menemukan banyak sekali ide sekaligus pengalaman nyata yang juga bisa langsung Anda praktikkan dalam bisnis atau usaha Anda.(*)

Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in


Responses

  1. wah.. bisa dicoba nih caranya…
    makasih atas infonya.

    salam kenal🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: