Oleh: karanetclub | Agustus 27, 2010

Kehidupan awal jadi pengusaha

saya pernah mendengar celetukan dari seseorang pemilik property yang saya beli, Wah pak James bisa beli rumah  milyaran masih sering naik motor sama mobil murah.
Saya selalu menjawabnya dengan senyuman dan jawaban klise saya orang lapangan pak gak bisa lama2 di AC lagipula sekarang keluar Bintaro susah macetnya mintaa ampun karena lagi di buat jalan bus way PI lagi pula saya belum menikah jadi kemana2 sendiri celetuk saya. Beliau melihat saya dengan pandangan bingung dan saya melangkah dengan santainya.

mengapa saya lakukan itu semua??????

saya hanya mencontoh guru saya Pak Tung D W dalammemanage uang. Karena guru yang satu ini walau penampilannya wah kalo ditanya mengenai manage uang dia yang paling konservatif. waktu pendapatan pak Tung sudah milyaran beliau tidak membeli rumah atau mobil mewah malah sempat beliau mendapat predikat pembicara kere dia malah meng investasikan uangnya dengan datangnke seminar2 yang mahal2 di luar sana dan menabung.

mengapa demikian??? karena beliau menggap rumah danb obil itu liability… Ada kebiasan pak tung pada saat itu yang membuat saya ketawa karena mirip sekali dengan saya yaitu dateng ke
broker2 dan minta carikan property yang bagus dan setiap ada property yang bagus dia adalah orang yang paling antusias untuk datang dan melihat tetapi tidak membeli, (kata beliau dari pada belanja liat2 barang di mall mendingan belanja liat2 property sama-sama
gratis). Sampai banyak manager broker yang bosen ngelayanin beliau dan bilang “jangan tunjukin propertynya dia pembeli yang gak ada uang”.

saya tanya kenapa bapak melakukan itu dia bilang sebenernya saya bisa aja beli rumah dengan uang saya tetapi saya mau beli rumah dengan tabungan dari bunga bank dari uang yang dia peroleh dari usahanya karena dia menggap rumah mewah dan mobil mewah adalah liability.

lalu dia melanjutkan ceritanya ternyata buah dari belanja liat2 dia jadi sensitif dengan harga dan
ketika dapat tawaran hot deal dia langsung bayar dengan cash keras, rumah dengan harga pasar 5 milyar beliau beli dengan harga 1 milyar WOW . dia bilang jika berinfestasi kalo perlu yang sudah untung di awal jangan kita harus nunggu lama.

kalo di itung2 1 milyar dari uang bunga tabungannya berarti pokoknya berapa???? saya bertanaya2 dalam hati wih berapa lama dia menunda kesenangan???? saya aja kalo ada uang 100juta di rekening gatel banget pingin belanjain tuh duit.

lalu dia melanjutkan ceritanya saya mengajarkan kepada anak saya kalo mau beli mobil baru harus udah punya rumah 2 ???? jadi sekarang papa mau beli mobil baru. saya makin geleng2 kepala 2 rumah baru beli 1 mobil??? sekarang mobilnya ada 4 berarti property bapak ada 8
???? dia jawab dengan enteng iya dan 7 adalah sewaan jadi ada pasif income.

jadi jangan liat orang ketika suksesnya saja lihat orang ketika dia merintis baru kita tau intisari
kesuksesan beliau dan ingat ketika bertemu dengan orang sukses jangan minta duit, pinjaman uang, atau kerjaan tanya gimana bapak bisa kaya begini????

semenjak saat itu saya bertekat untuk mengikuti jejak beliau, ternyata godaannya banyak sekali malah kadang2 saya suka melanggar.

dari cerita diatas dapat ditarik keimpulan :
1. Kita harus bisa menunda kesenangan sampai target  yang kita tuju tercapai

2. Belanja untuk liability nanti saja ketika kita bisa membeli liability itu dengan bunga hasil kerja atau investasi kita.

3. Perbanyak beli aset yang membuat kas flow kita makin besar untuk membentuk fondasi awal yang kuat.

4. Tutup telinga mengenai pendapat orang mau di bilang pelit kikir apalah jadi egois dikitlah baik kepada orang maupun diri sendiri sampai target tercapai.

5. Dalam ber investasi kalau bisa sudah untung di awal kalo tidak jangan beli investasi tersebut.

6. baca Buku Financial Revolusionnya pak Tung untuk detai money management (khe2 kya
iklan aja).


Responses

  1. saya asli dari papua saya ingin ada pengusaha muda yang bisa mendukung rencana usaha saya di bidag perkebunan kakao/ cokelat karena mempuya potensi yang besar di mana dapat menyerap banyak tenaga kerja dan mengurangi pengangguran


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: