Oleh: karanetclub | Agustus 28, 2010

Jualan mie ayam,menguntungkan

Permintaan pembaca karanganyar entrepreneur club agar mengulas tentang jualan mie ayam. salah satu caranya dengan memakai gerobak. Anda bisa merekrut pegawai untuk menjalankannya ,dan bisa membuat beberapa gerobak.

Ok, saya akan ambil contoh mas Andi. Penjual mie ayam keliling yang sudah 3 tahun berjualan di dekat rumah saya. Perlengkapan usaha mie ayam antara lain: gerobak, peralatan masak seperti kompor, tabung gas, panci, dan saringan mie, peralatan makan seperti mangkuk, sendok, garpu, dan gelas, serta tempat atau wadah untuk saos, kecap, sambal, dan tissue. Jangan lupa beberapa botol untuk bumbu cair dan air bawang.

Hal yang harus anda perhatikan perihal usaha ini adalah pertama, anda lebih baik membeli mie yang siap masak daripada membuat mie sendiri. Karena disamping lebih praktis, biaya membuatnya juga tidak jauh beda.

Kedua, perhatikan kebersihan gerobak dan peralatan anda. Perhatikan juga kenyamanan konsumen anda. usahakan mangkuk, baki, gelas hingga sumpit anda bersih. Dan ingat, jangan biarkan konsumen anda terlalu lama menunggu.

Nah sekarang sebagai gambaran, dalam sehari mas Andi bisa menjual antara 35 – 40 porsi, dengan beberapa tambahan lauk dan minumannya. Omset tiap harinya berkisar antara 130 ribu – 150 ribu rupiah. Keuntungan bersihnya kira-kira 50 ribu rupah per hari.

Ia menghabiskan dagangan mie ayamnya hanya selama 6 jam, mulai pukul 2 siang hingga pukul 8 malam maksimal. Lumayan kan? Itu baru 1 gerobak. Bagaimana kalau anda punya 3-5 gerobak. Tinggal kalikan saja. Mari kita lihat analisis atau simulasi usaha mie ayamnya untuk 1 bulan.

Perkiraan Masa Pakai

* Gerobak : 5 tahun
* Peralatan masak: 3 tahun
* Peralatan makan : 2 tahun
* Perlengkapan lain-lain : 1 tahun.

Biaya Investasi
Gerobak : Rp 3.000.000,00
Peralatan masak : Rp 1.500.000,00
Peralatan makan : Rp 1.000.000,00
Perlengkapan lain-lain : Rp 500.000,00
Total investasi : Rp 6.000.000,00

Pemasukan
Penjualan mie ayam : 30 porsi x Rp 5.000,00 x 30 hari = Rp 4.500.000,00
Penjualan minuman : 30 x Rp. 1.500,00 x 30 hari = Rp. 1.350.000,00
Total Pemasukan : Rp. 4.500.000,00 + Rp. 1.350.000,00 = Rp. 5.850.000,00

Pengeluaran
Biaya Tetap
Gaji penjual mie ayam : Rp. 1.000.000,00
Penyusutan gerobak : (1/60 x Rp 3.000.000,00) = Rp. 50.000,00
Penyusutan peralatan masak : (1/36 x Rp 1.500.000,00) = Rp. 42.000,00
Penyusutan peralatan makan : (1/24 x Rp 1.000.000,00) = Rp. 42.000,00
Penyusutan perlengkapan lain-lain : (1/12 x Rp 500.000,00) Rp. 42.000,00
Total biaya tetap : Rp 1.176.000,00

Biaya Variabel
Mie : 3 kg x Rp. 10.000,00 x 30 hari = Rp. 900.000,00
Ayam : 1 ekor x Rp. 25.000 x 30 hari = Rp. 750.000,00
Sawi dan bumbu : Rp. 10.000,00 x 30 hari = Rp. 300.000,00
Kecap : Rp. 8.000,00 x 10 kali = Rp. 80.000,00
Saos : Rp. 8.000,00 x 10 kali = Rp. 80.000,00
Gas : Rp 16.000,00 x 10 kali) = Rp. 160.000,00
Total biaya variabel : Rp. 2.270.000,00

Total biaya operasional : Rp. 1.176.000,00 + Rp. 2.270.000,00 = Rp. 3.446.000,00

Keuntungan
Rp. 5.850.000,00 – Rp. 3.446.000,00 = Rp. 2.404.000,00

Revenue Cost Ratio (R/C)
Total penerimaan : total biaya operasional
Rp. 5.850.000,00 : Rp. 3.446.000,00 = 1,70

Pay Back Period
(Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
(Rp. 6.000.000,00 : Rp. 2.404.000,00) x 1 bulan = 2,5 bulan

Siap jualan mie ayam dan membuat jualannya lebih banyak ??
share


Responses

  1. Untuk Pelatihannya membuat mie, kami suka mengadakannya.
    http://www.miesehati.wordpress.com

  2. Itu merupakan peluang usaha yang sangat bagus, cocok banget tuw kayaknya. .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: