Oleh: karanetclub | September 9, 2010

Kontak Mata yang Meningkatkan Penjualan

Kontak Mata yang Meningkatkan Penjualan
Oleh: Ita Ratna
(vibizmanagement – Sales & Marketing) – Bila Anda ingin menyampaikan suatu situasi yang hangat, biarlah mata Anda yang menunjukkan kehangatan itu. Bila Anda ingin menyampaikan simpati, biarlah mata Anda yang menunjukkkan perasaan itu. Pokoknya perasaan atau emosi apa pun yang hendak Anda sampaikan, dukunglah penyampaian itu dengan bantuan mata Anda. Termasuk ketika Anda melakukan selling kepada orang lain.

Anda adalah seorang manusia dengan kehangatan, simpati, keinginan, keterusterangan, ketulusan dan sejumlah perasaan manusiawi lainnya. Oleh sebab itu, biarlah mata Anda ikut berbicara, mengungkapkan kebenaran dan kejelasan makna yang terkandung dalam ucapan Anda. Dimana saja dan kapan saja Anda berbicara.

Tatapan dan kontak mata sangat penting dalam suatu proses interaksi. Dengan menatap mata mereka saat anda berbicara dengan pelanggan anda, berarti anda menunjukkan perhatian dan mengharai mereka. Pelanggan anda akan bebas berbicara dan merasa rileks. Ujung ujung nya krediblitas anda akan semakin naik dan relasi anda akan terjalin dengan baik.

Dalam melakukan kontak mata anda harus gabungkan juga dengan mendengar. Fokus pada pembicaraan yang pelanggan anda lakukan. Berikan komentar sedikit yang menyangatkan, hal itu menunjukkan bahwa anda mengikuti pembicaraan tersebut. Dalam pembicaraan yang mengalir anda tidak boleh kehilangan kontrol. Dalam arti harus ada keseimbangan antara anda fokus perhatian pada mata mereka dengan pikiran anda yang menyerap hal hal penting yang diucapkan pelanggan anda, apakah problem mereka, hal apa saja yang menarik buat dia dll. Prosentase acuan yang bisa anda pakai adalah sekitar 40% anda berinteraksi dalam suatu pembicaraan dan 60% anda mendengarkan.

Langkah pertama yang bisa anda lakukan adalah ajukan pertanyaan menarik, bisa berupa hobby, keluarga atau apapun pembicaraan yang akan dapat membuat pelanggan anda menjadi rileks. Pada saat mereka menjawab, fokuskan mata kita pada pelanggan kita. Jangan terlalu bernafsu untuk menatap mereka karena Anda bisa membuat mereka tidak nyaman, bahkan Anda bisa dikira sedang berusaha menghipnotis. Rileks dan selilingi  tatapan dengan kedipan mata yang normal. Dan ambil jeda pada saat anda berpikir untuk mengalihkan tatapan, tetapi tetap dengan bahsa tubuh yang menunjukkan anda tidak mengubah perhatian, justru menunjukkan anda berusaha memahami pembicaraan lawan bicara anda. Percayalah, pelanggan anda akan semakin bersemangat untuk berbicara. Ikutlah tertawa dan tersenyum apabila ada hal hal lucu yang mereka sampaikan.

Kalau anda berbicara dengan lebih dari satu orang, anda harus pandai pandai membagi perhatian dengan semua yang hadir. Bila tidak semuanya memperhatikan anda, anda bisa mulai dengan orang orang yang melakukan kontak mata dengan anda dulu. Kalau pembicaraan itu mulai menarik perhatian mereka, dengan sendirinya satu persatu akan mulai memperhatikan anda.

Dengan melakukan kontak mata, berarti Anda akan memberikan atensi penuh kepada orang tersebut, sehingga komunikasi timbal balik Anda akan berlangsung dengan lancar. Jika demikian, maka tentunya penjualan bisa berjalan dengan baik, karena Anda tahu benar apa yang dibutuhkan oleh pelanggan.

http://managementfile.com/journal.php?id=249&sub=journal&page=sales&awal=0


Responses

  1. artikel yang sungguh menarik…boleh saya copas,ya…tentu saja dengan mencantumkan linknya ke sini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: