Oleh: karanetclub | Januari 20, 2011

Kepepet,motivasi berwirausaha

Ketika sejumlah motivasi membuka usaha hanya menawarkan sisi ‘impian’ atau ‘iming-iming’, besar kemungkinan untuk tak mengimplementasikannya. Maka ‘kepepet’ adalah sisi motivasi yang tak terbantahkan. Setidaknya, hal inilah yang diungkapkan oleh motivator Jaya Setiabudi di acara bedah bukunya dalam rangkaian Kompas Gramedia Fair di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (31/1).

Jaya mengklaim kekuatan ‘kepepet’ ini sebagai cara tercepat dan terampuh untuk mendorong seseorang berani memulai usahanya dan menghasilkan omset paling tidak Rp 10 juta. Apa rahasianya? Menurut Jaya, kreativitas manusia muncul ketika dirinya dalam keadaan terdesak. Keadaan inilah yang didefinisikannya sebagai ‘kepepet’.

Oleh karena itu, Jaya mendesak setiap orang yang mau jadi seorang pengusaha untuk menempatkan diri dalam keadaan kepepet. “Misalnya membayangkan seolah-olah orang tua kita itu akan di-PHK atau seolah-olah orang tua kita akan meninggal dan kita akan sangat menyesal karena belum membahagiakan dia, itu power of kepepet. Tentu saja hanya visualisasi ya bukan kenyataan,” tutur Jaya.

Maksud Jaya, dalam kondisi seperti ini, modal sebagai faktor kendala nomor satu untuk mengimplementasikan cita-cita usaha pasti akan diusahakan semaksimal mungkin. Jaya sempat memperlihatkan sebuah tayangan singkat tentang orang yang bisa memanjat dengan cepat setinggi lima meter karena dikejar oleh macan. “Itulah the power of kepepet,” ujar Jaya.

Cara pertamanya, tentu saja harus menciptakan kondisi kepepet bagi diri sendiri, misalnya dengan menawar sebuah kios atau ruko meski tak punya uang. Memulai dengan bertanya, menawar harga dan membayar uang mukanya dengan uang yang dimiliki, tentu tak merepotkan. Yang merepotkan adalah proses setelah itu. Jika sudah sampai tahap ini, Jaya menegaskan bahwa seseorang sudah masuk dalam keadaan kepepet.

Kemudian, Jaya mendorong untuk terus maju. Tetapkan target terlebih dahulu sebelum membuat rencana. Tentu saja, bagi orang awam, ‘ajaran’ Jaya dinilai nekat. Tak cukup modal dan belum berencana kok berani-beraninya mulai usaha. Namun, justru di sinilah seninya, ungkap Jaya. “Di sini kita berlatih memelarkan otak,” tandas Jaya sambil tertawa.

Namun, di sisi lain, Jaya tetap menganjurkan prinsip merintis dari bawah dengan hanya memanfaatkan harta benda yang sudah dimiliki mampu menghasilkan omset minimal Rp 3 juta misalnya. Mencoba bisnis makanan, lebih baik. Karena untung bisnis ini biasanya lebih dari 100 persen. Lalu berkreativitaslah untuk menciptakan iklan gratis. Misalnya, meminta sepupu atau keponakan yang masih remaja untuk mengirim salam dan me-request lagu di salah satu stasiun radio.

“Minta aja ke mereka ngirim salam misalnya untuk Bakmi Mbah Mo yang enak banget, salam sayang ya,” ujar Jaya kocak. “Kalau sepuluh anak saja yang begitu, terkenal kan,” lanjutnya diikuti gelak tawa peserta bedah buku.

Satu strategi yang agak berbeda dengan cara sebelumnya adalah berusaha bukan dari titik nol dengan menawarkan sistem franchise kepada kios-kios kuliner yang cukup laku namun belum memiliki cabang di tempat lain. Jaya sudah membuktikannya sejak memulai bisnis di tahun 1998.

Jatuh bangun juga dialaminya namun dia tak menyerah. Kemudian dia membagikan pengalamannya ini di kelas-kelas Enterpreneur Camp yang didirikannya. Barulah sekitar 2.5-3 tahun yang lalu, buku ini baru ditulis. “Tentu saja ini terlebih dahulu saya uji coba di 40 kota di Indonesia melalui 20 kelas seperti tahun lalu karena saya takut buku ini nggak proven kan,” tandas Jaya.

http://nasional.kompas.com/read/2009/02/01/12190531/the.power.of.kepepet.cara.ampuh.rintis.usaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: